Lampung Utara – Unit Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 1 Bukit Kemuning terus menunjukkan progres positif. Setelah pekan lalu menggelar latihan perdana bertema pengenalan struktur organisasi, hari ini Minggu (12/4/2026), lebih dari 90 anggota PMR kembali latihan untuk mendalami materi Gerakan Kepalangmerahan.

Pertemuan kedua ini dipandu fasilitator Try Kartika. Jika pada Minggu lalu para anggota dikenalkan dengan struktur organisasi, tata cara ber-PMR, dan kode etik relawan, maka pada pertemuan hari ini mereka mulai diajak memahami nilai dan semangat dasar dari kepalangmerahan itu sendiri.
Materi yang diberikan meliputi sejarah lahirnya Palang Merah Internasional hingga Palang Merah Indonesia (PMI), penghayatan tujuh prinsip dasar kepalangmerahan, serta peran strategis PMR di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan dikemas interaktif lewat diskusi kelompok dan studi kasus sederhana agar materi lebih mudah diserap.
“Pekan lalu kita bangun fondasinya dulu, kenalkan organisasinya. Hari ini kita isi dengan pemahaman tentang nilai-nilai kepalangmerahan. Anak-anak harus paham kenapa mereka jadi PMR, bukan cuma bisa membalut dan membidai,” ujar Try Kartika.
Wakasek Kurikulum, Supriyadi,S.Pd, selaku pembina sementara mengaku puas dengan konsistensi anggota.
“Alhamdulillah, dari 90 orang lebih yang daftar minggu lalu, hari ini tetap bertahan dan semangat. Ini bukti mereka serius. Tahapannya sudah benar: kenal organisasi dulu, baru masuk ke nilai dan skill.” ujar pak Supriyadi.
Kepala SMPN 1 Bukit Kemuning, Suharjono,S.Pd, menegaskan bahwa pembentukan PMR ini adalah investasi jangka panjang sekolah.
“Kami tidak mau instan. PMR harus kuat dari pemahaman dasarnya. Dengan proses bertahap seperti ini, saya yakin mereka akan jadi relawan muda yang tangguh, peduli, dan berkarakter.”
Setelah menuntaskan materi dasar kepalangmerahan, agenda latihan PMR SMPN 1 Bukit Kemuning selanjutnya akan masuk ke praktik pertolongan pertama dan perawatan keluarga, ayo siaga bencana, dll.
Kedepan, unit ini juga ditargetkan siap mengikuti kegiatan perlombaan ataupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kepalangmerahan.
(Hendra Gani)













