PMI JEMBER – SMPN 1 Gumukmas terus memperkuat komitmennya sebagai sekolah tangguh bencana melalui kerja sama berkelanjutan antara Japanese Red Cross Society (JRCS) dan PMI Kabupaten Jember. Dalam upaya mengembangkan program School Community Resilience (SCR), sekolah ini sukses menggelar Festival Kesiapsiagaan Sekolah yang berlangsung selama dua hari, Jumat (23/1) dan Sabtu (24/1) 2026.
Festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah edukasi kreatif bagi siswa untuk memahami mitigasi bencana sejak dini. Berbagai rangkaian kegiatan kompetitif dan edukatif mewarnai seluruh sudut sekolah. Inovasi dan Kreativitas Siswa dalam Mitigasi Pada hari pertama, antusiasme siswa terlihat jelas dalam lomba kreativitas siaga bencana.
Para siswa ditantang untuk menciptakan solusi praktis dalam menghadapi situasi darurat. Kategori yang dilombakan meliputi: pembuatan alat peringatan dini sederhana, menciptakan prototipe detektor bencana berbasis bahan lolal, desain tas siaga bencana keluarga untuk menguji ketepatan siswa dalam memilih kebutuhan pokok saat evakuasi.
Lomba poster dan Infografis mitigasi yang berupa membuat media visual untuk mengedukasi warga sekolah mengenai langkah-langkah penyelamatan diri. Puncak acara diisi dengan pameran alat dan poster hasil karya mandiri siswa, disusul dengan simulasi tanggap darurat gempa bumi.
Mengambil skenario lokal, simulasi ini melatih siswa dan warga sekolah untuk melakukan prosedur perlindungan diri hingga teknik evakuasi yang aman dan terorganisir. Sebagai penutup yang berkesan, festival ini menampilkan Pentas Drama Pendek bertema kebencanaan. Melalui seni peran, para siswa menyampaikan pesan moral tentang pentingnya ketenangan dan kerja sama saat menghadapi bencana alam.
Ketua Panitia sekaligus Waka Kesiswaan SMPN 1 Gumukmas Muhammad Sofyan Tsauri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa yang tanggap dan tidak gagap saat terjadi bencana. “Kegiatan festival kesiapsiagaan sekolah ini disambut antusias guru dan siswa. Mereka senang mengikuti rangkaian kegiatannya, terutama saat simulasi bencana gempa bumi,” kata Muhammad Sofyan Tsauri.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara JRCS, PMI, dan dunia pendidikan seperti yang ditunjukkan SMPN 1 Gumukmas merupakan model ideal dalam membangun ketangguhan masyarakat (resilience) mulai dari lingkungan sekolah. “Edukasi kebencanaan yang dikemas melalui festival seperti ini jauh lebih efektif karena siswa terlibat langsung secara emosional dan praktis,” ujar Aep Ganda Permana.
Dengan suksesnya festival ini, SMPN 1 Gumukmas diharapkan menjadi pionir sekolah siaga bencana yang mampu menularkan semangat kesiapsiagaan kepada lingkungan sekitar di wilayah Jember. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mewujudkan misi pemeirntah sekolah dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).













