Relawannews.com – PMI Jember, Setelah tiga hari mengikuti Pelatihan manajemen tanggap bencana dan operasional posko yang digelar oleh PMI Jember dan Japanese Red Cross Society (JRCS), akhirnya Minggu (11/01/26) berakhir dengan ditutup simulasi penanganan banjir bandang oleh 30 peserta pelatihan.
Relawan yang sudah mendapatkan pelatihan selama tiga hari tersebut mempraktekkan secara langsung alur komando dan koordinasi saat alam situasi darurat.
Simulasi dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) manajemen bencana secara komprehensif yang diawali dari menerima informasi hingga pengerahan kekuatan di lapangan.
“Manajemen posko merupakan jantung dari operasi tanggap darurat. Jika koordinasi posko kuat, maka bantuan yang sampai ke masyarakat akan lebih efektif dan tepat sasraan,”kata Julius Arianus Mbusu, Koodinator Trainer Pelatihan.
Pelatihan antara PMI Jember dengan JRCS sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia karena kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan di tingkat posko akan menentukan keberhasilan operasi kemanusiaan.
“Kami ingin seluruh lini mulai dari pengurus hingga relawan memiliki pemahaman yang sama mengenai alur manajemen bencana, simulasi ini merupakan potret kesiapsiagaan kami dalam membantu masyarakat jember jika terjadi bencana,” tegas Zainollah, Ketua PMI Jember.
Dengan berakhirnya pelatihan dengan ditutup simulasi diharapkan peserta memiliki kesiapan mental dan manajerial yang matang dalam menghadapi ancaman bencana.













