Dumai – SMAN 2 Dumai dipercaya menjadi salah satu sekolah mitra SMAN 8 Pekanbaru dalam pelaksanaan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang ditujukan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Riau.
” Sasaran pendidikan PJJ ini diperuntukan bagi murid putus sekolah namun masih dalam usia sekolah. Bukan anak yang tidak diterima di SMAN 8 lalu mengikuti PJJ. Tetapi anak putus sekolah,” kata Manajer riset dan pengembangan SEAMOLEC Arie Susanty usai memberikan materi PJJ di SMAN 8 Pekanbaru, Rabu (22/7/2026)
Dijelaskan Arie dalam sistem pembelajaran PJJ ini mengunakan modul yang disediakan oleh sekolah induk SMAN 8 Pekanbaru. Modul ini dibuat oleh Puskurjar Dikdasmen RI.
Murid yang sudah terdaftar program PJJ akan memperoleh pembelajaran jarak jauh dari rumah melalui sistem digital yang sudah diprogram.
‘ Jadi pendidikan pembelajaran jarak jauh ini murid tidak datang ke sekolah, tapi dirumah. Materi ajar mengunakan modul yang sudah didistribusikan Puskurjar ke guru sekolah induk,” kata Arie
Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Sebagai sekolah mitra, SMAN 2 Dumai berperan dalam mendukung pelaksanaan proses pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar program berjalan efektif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Program PJJ bagi Anak Tidak Sekolah menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta didik tetap dapat memperoleh materi pelajaran, bimbingan dari tenaga pendidik, serta evaluasi pembelajaran secara terstruktur.
Kepala SMAN 2 Dumai menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada sekolah merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Riau.
“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan Program Pembelajaran Jarak Jauh bagi Anak Tidak Sekolah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kerja sama antara SMAN 2 Dumai dan SMAN 8 Pekanbaru diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan sekaligus membantu pemerintah dalam menekan jumlah Anak Tidak Sekolah di Provinsi Riau.
Dengan semangat kolaborasi dan pemerataan layanan pendidikan, SMAN 2 Dumai berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan di masa depan melalui penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.












